Rabu, 24 Desember 2014

Mengapa Seorang Muslimah Wajib Berhijab? Apa Azab tidak Memakai Hijab

Assalamualaikum Ukhti
Kali ini saya akan membahas tentang kewajiban seorang muslimah berhijab.

Dijaman sekarang banyak remaja putri yang mengumbar auratnya. Padahal seorang wanita muslimah itu wajib hukumnya memakai jilbab.Banyak dari teman-teman sudah tau tapi enggan memakai jilbab. Alasan karna belum siap atau dari pada berjilbab tapi bejat mending jilbab hati dulu.. dan ada yang belum tau wajib hukumnya mengenakan jilbab.. 

JILBAB
APA ITU JILBAB? Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya.

Dalilnya adalah:
…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]. Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.

 Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.

 Dalilnya ialah:

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”.

AKU BELUM (HARUS) SIAP

Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:

  • Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan. 
  • Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu? 
  • Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab. 

KEBATILAN ANGGAPAN JILBAB HATI
Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”

Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.

Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”

Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”

Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.

Dan Allah SWT berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 26 yang artinya :

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.

Allah Juga berfirman di dalam surat al-Ahzab ayat 36 yang artinya :

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

Dan Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 103 – 107 yang artinya :

Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.

BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?

Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab:

“Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”

Jawaban: BOLEH

Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:

…dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]
Maksud dari ayat ini ialah seorang wanita boleh saja membuka jilbabnya di hadapan suami, ayah, mertua, anak, saudara, keponakan, teman-temannya sesama Muslimah, pembantu / budak yang tidak punya syahwat karena lanjut usia atau karena dikebiri, atau bocah di bawah umur yang belum mengerti apapun tentang aurat (untuk bocah di zaman sekarang dan akibat dari negeri berpaham sekuler kira-kira di bawah tujuh tahun).
SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?
Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:

Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.” (Q. S. Al-A’raf: 27)

Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.

Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.

Siksa Azab Buat Perempuan Yang Tidak Mau Berhijab/berjilbab
1. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya adalah : Rambutnya akan digantung dengan api neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya.

2. Perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya adalah : "Digantung dengan rantai api neraka di mana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini."

3. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah "PEREMPUAN INI MUKANYA AKAN MENGHITAM DAN 
MEMAKAN ISI PERUTNYA SENDIRI." (Hadits diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim)

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ
ﻧَﺎﺭًﺍ }

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahriim: 8)

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab,adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka.
Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah,sebab itulah mereka kekal didalam neraka. Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanyakan kepada hati nurani mereka masing-masing.

Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuhmenghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?. Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akann bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada Perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas.Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.

“Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,” kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?” Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau taun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,”dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,.

UNTUK KAUM WANITA SEGERALAH BERJILBAB SEBELUM AJAL MENJEMPUTMU DAN MEMBAWAMU KE NERAKA JAHANNAM.

Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.

Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.

Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Dalam riwayat lain:

Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)

Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.

Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita, dan memudahkan kita untuk selalu berbuat baik kapanpun dan dimanapun kita berada.

Dialah (Allah) yang telah menamakan kamu sekalian Muslimin dari dulu dan didalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Q. S. Al Hajj:78)

Wassalamualaikum

Rabu, 17 September 2014

Diam Adalah Bukti Cinta

Dalam masa penantian, tak jarang sebagian dari kita merasa 'klik' dengan seseorang, terutama para akhwat,yang sering kali hanya mampu mengagumi dan menatap dari jauh.

Teman, tetapkah mencintai karna Allah, karna cinta tak pernah salah, termaksud cintamu padanya. Pada dia yang kau cintai dalam diam. Maka, bila kita belum siap untuk melangkah libih jauh dengan seseoran yang kita cintai, cukup cinta didalam diam. Bukan dengan menyatukan perasaanmu padanya. karena, diam itu justru bukti cintamu padanya.

Saat cinta datang hadapilah dengan anggun. dengan menikmati setiap hal yang singgah. tak perlu lebay dalam menyikapi rasa ini. tak usah juga kita umbar rasa ini kesana kemari, hingga seluruh dunia tau bahwa kita sedang merasakan indahnya cinta. Dalam diam, tersimpan kekuatan harapan, sehingga Allah mungkin berkenan membuat harapan itu menjadu nyata.

Kalau cinta dalam diam tak mampu terwujud di dunia nyata, biarkan ia tetap diam. Biarkan ia tetap menjadi sebuah wujud cinta, meski hanya dalam buku kehidupan kita yang usang. tetaplah berbaik sangka kepada Allah.
Dan, terus berikan keyakinan di dalam hati, bahwa jika Allah memiliki rencana lain, bisa jadi itu adalah kado istimewa untuk kita.

kalau dia memang bukan untuk kita, tak usah sedih dan pasng muka bete. seiring waktu berjalan, biarkan cinta dalam diam itu tergantikan oleh rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.

 

Cinta Dalam Diam

Cinta ...
takkan habis diungkap dalam hamparan kata
takkan cukup ditulis dengan lautan tinta
karena di dalamnya tersimpan banyak cerita
antara aku,kau, dan Sang Pencipta.
Sungguh,
aku hanya wanita biasa
tumbuh karena cinta, besar pun karena cinta
Aku tak bisa Berdusta
ketika cinta hadirkan rasa.
Kata demi kata pun terangkai tanpa sengaja
syair pun mulai berperan di dalamnya
membumbu indah menjadi susunan kalimat.

kala hati mulai terpikat
bait-bait doa terpanjat syahdu
aku bercakap dalam bisu
aku tak tahu, inikah sesungguhnya rindu?
degup hati mulai menderu, haru
Sungguh
Aku wanita biasa, manusiawi jika kuharap cinta.
tentu teriring ridha dan doa, jika memang cintaku mendamba surga.
izinkan aku bersamanya.

Ijtihad Cinta

Kalau kita mencintai seseorang, cintailah ia sebagai wujud ibadah kepada Sang Pencipta. Kita tentu mengerti bahwa cinta karena Allah adalah cinta yang paling utama.
Jemputlah jodohmu, jangan pernah berpikir bahwa ia akan menolakmu atau tidak berkenan denganmu! menjeput jodoh adalah sebuah bentuk ijtihad.

Wahai diri
Jika memang kau mencintainya karena Allah
cintailah ia dengan cara yang benar
cintailah ia pada saat yang tepat
cintailah ia dengan sebenar-benarnya cinta

Wahai diri
jika benar kau agungkan cinta suci
mampukan dirimu menjadi pemuda Khafi
terasing demi ridha Iiahi
mampukah dirimu menjadi prajurit Badar
jadikan kekuranganmu sebagai kekuatan terbesar.

Ya Rabb,
aku tak akan lagi memaksakan diri
hanyya untuk sebuah perasaan 
jika memang dia jiwa yang kau pilihkan
berikanlah kami jalan
jika memang dia takdir yang kau tetapkan 
sampaikan rinduku dengan cara-Mu
jika memang dia yang kau siapkan umtukku
pantaskan aku untuknya dan pantaskan ia untukku.

Ya Rabb,
aku titipkan hati ini pada-Mu
berikanlah pada orang yang mananya tertulis di Lauh Mahfudz
berikanlah pada orang yang melabuhkan cintanya pada-Mu
berikanlah padanya, seseorang yang kupilih.

Ya Rabb,
jika memang dia bagus untukku
bagus untuk agamaku
satukan kami dengan pita cinta-Mu
jika dia memang penyempurna agamaku
pelengkap tulang rusukku
pengisi sela-sela jariku
hadiahkan hatiku untuknya dan buatlah ia mencintaiku 

Ya Rabb, 
Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia 
pilihkan dia untuk ku
jika ada sepuluh pilihan dan diantaranya adalah dia
pilihkan dia untukku
jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia
pilihkan dia untukku
dan jika hanya ada satu pilihan namun tidak ada dia 
dalam pilihan itu
maka aku akan lapang menerima
sebagai bentuk pemberian terbesar-Mu
karena Engkaulah Yang Mahatahu
karena Engkaulah yang menciptakan
karena Engkaulah yang memelihara diriku
aku tak akan memaksakan hatiku pada yang bukan takdirku
karena yang benar-benar ku cinta hanyalah Kamu. Ya Rabb

Ya Rabb, aku masi berharap dialah kekasih halalku 
yang kau siapkan khusus untukku
aku memilihnya dengan sebuah keyakinan
aku terima setiap ketetapan-Mu yang kau berikan
 aku terima segala suka dan duka yang menyertai
ak bersedia menjadi tulang punggungnya 
aku bersedia menuntutnya, menjadi imamnya
aku bersedia menanggung beban hidupnya
aku bersedia menjadi pelita dan sandarannya.

Ya Rabb,
aku yakin takdir-Mu pasti
aku yakin rencana-Mu sangat terukur
aku yakin kehendak-Mu yang terbaik
aku yakin setiap ketetapan-Mu tidak ada yang salah
maka, aku pun harus yakin
Jika dia bukan jiwa yang Kau pilihkan untukku
akan ada jiwa lain yang lebih pantas untukku
untuk bertahta di hatiku

Ya Rabb,
jika jodohku tak kau siapkan untukku di dunia ini
sediakan untukku disurga-Mu nanti
jika dengan menutup cinta ini membuat-Mu ridha kepadaku
jika dengan melepas cinta ini membuat-Mu lebih dekat denganku
maka, aku serahkan cintaku untuk-Mu
sebagai bentuk syukurku pada-Mu
sebagai bentuk cintaku pada-Mu

Yaa,Rabb,
jika telah kau pilihkan satu jiwa didunia
buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan
buatlah aku setia pada ketetapan yang Kau anugerahkan
buatlah aku amanah dengan setiap yang Kau titipkan.

Ya Rabb,
dengan segala kekuasaan-Mu
dengan segala kekuatan-Mu
dengan segala keagungan-Mu
aku memohon kepada-Mu
kuatkanlah hati ini saat ketetapan-Mu membuat hati ini terasa sempit
tenangkan hati ini saat ketetapan-Mu membuat hati ini terasa berat
sesungguhnya hanya dengan pertolongan-Mu, diri ini bisa menjalani semua ketentuan-Mu

Ya Rabb,
buatlah diriku mencintai-Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau ciptakan,
buatlah diriku mencintai Rasullulah, karena Engkau pun mencintainya.

Wahai diri,
tak usah khawatir jika dia bukan jiwa yang dipilihkan-Nya untukku
karena yang terbaik pasti akan terwujud
hanya waktu yang akan menjadi kau memang bukan untuk dirinya
karena pasti dia bukan yang terbaik untukmu.

Wahai diri,
 biarkan pahat-Nya yang mengukir takdir
biarkan kuas-Nya yang melukis kisah manis
biarkan tangan-Nya yang meramu
semoga dia memang benar untuk dirimu.

Sabarlah teman. kadang, hati kita berkata ingin, tapi Allah berkata "Tunggu!" Saat semua membosankan, sebenarnya Allah sedang menyuruh kita untuk terus melangkah. putus asa hanya membuang" waktu.
Semua yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk kita. pantaskan diri dulu, agar kita memamg pantas untuk dirinya.

jangan pernah berangan-angan, karena tak ada yang lebih hebat dalam mengendalikan kita selain angan-angan. Kalau memang ingin menikah, langsung aksi! jangaan hanya sekedar kata yang kita buang percuma. karena keseriusan bukanlah sesuatu yang diperjualbelikan janji manis namun tanpa makna. kalau kita suda terlanjur berucap ingin menikahinya, namun rasa di hati masih bercampur nafsu, lebih baik pending dulu. kalau jodoh tak akan kemana, kan?


Selasa, 16 September 2014

Ujian Cinta

pelan-pelan, mulailah menjauh. Pelan-pelan, mulailah menjaga jarak. Pelan-pelan, mulailah menepi. Menjaga hati agar tidak terbawa hawa nafsu, sebab ia akan membuat kita terkurung dan terbelenggu. jangan sampai kita kembali ke jalan yang sudah susah payah kita coba hindari.

Kalau masi saja terlintas bayangan orang yang pernah singgah di hati kita, buru-buru dihilangkan saja, meski itu mungkin susah. Jaga mata dan hati kita agar kita sesalu bisa melihat yang baik-baik saja.


Saatnya Merelakan

Kebahagian hakiki hanyalah dari-nya, Sang Penggenggam Hati. bukan tergantung dengan lawan jenis. yang belum halal. Sekarang adalah saat paling tepat bagi kita untuk melepaskan dia yang belum halal, karena, yang istimewa menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah.
Allah akan mengambil dia yang belum halal untuk digantikan yg lebih baik lagi.

 Setan memang suka memberikan angan-angan kosong, salah satunya dengan perasaan cinta kepada lawan jenis yang belum halal yang pelan-pelan merasuk ke dalam hati. kelalaian dimasa jahiliah ini semoga membuat kita paham tentang sesuatu. Segala sesuatu ada saatnya, ada saat mempertahankan, ada juga saat melepaskan.
Maka lepaskanlah...

Jika Sang Mahacinta tak dapat mrngembalikanmu
kepadaku dalam kehidupan ini, pasti Dia akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang .

Andaikan Allah tak maempertemukan kita di Jabal Rahmah, kuberharap kita dipertemukan di janah.

Jika memang engkau bukanlah nama yang bersanding dalam buku kehidupanku, tentu Allah tengah menyiapkan seseorang yang lebih baik.
Hati- hati Teman, kalau sudah banyak rasa yang tumpah di tulisan kita dan syair-syair cinta mulai tertuang di benak kita. bisa jadi itu perangkap setan yang ditutupi dengan nafsu syahwat.

ketika kita merasakan hati sudah tidak beres ada yang salah setiap kita bersama dia yang bukan mahram, ingatlah firman Allah ini.
"Dan janganlah kalian mendekati zina.Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan jalan yang bukan mahram", ingatlah firman Allah ini.

Coba kita pahami penggalan firman tersebut, "janganlah kalian mendekati zina" sudah jelas bukan kalau Allah SWT melarang apapun yang menjadi pengantar zina, termaksud pacaran. Nah, Sebelum kita terlalu jauh melangkah dalam jalan yang dibelokan oleh setan, yuk kembali kejalan yang selalu dinaungi oleh rahmat-Nya.

Awalnya, untuk melepas rasa cinta ini pasti sulit. rasanya berat sekali.Masih ada rasa sayang yang tertinggal dalam hati kita.
"boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedabg kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah:216)

Nah, sudah jelaskan bahwa Allah memang jauh lebih tahu berbagai hal daripada kita. Pastinya, pilihan Allah jauh lebih memuliakan kita daripada pilihan kita sendiri. dibalik apa yang membuat kita baik, sering terdapat jebakan setan yang membuat kita tergoda.